Jumat, 02 Januari 2015
1st Milad ODOJ 1988
Bismillahirrohmanirrohim
Satu tahun adalah bukan waktu yang sebentar untuk selalu istiqomah membaca Al Qur’an satu juz setiap harinya. Banyak tantangan berbeda yang dihadapi dari diri kita masing-masing dalam mempertahankan kebiasaan barunya selama setahun ini.
Alhamdulillah one day one juz adalah habit positif yang mempertemukan 30 orang dengan karakter berbeda, tempat tinggal yang berbeda, profesi dan umur yang berbeda-beda. Tapi karena satu visi dan misi yaitu untuk setiap harinya bisa berinteraksi dengan Al Qur’an, Allah mempertemukan kita disini. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk menyatukan kita semua. Justru perbedaan membuat kita saling menghargai, justru perbedaan membuat kita bisa saling mengenal dan memahami pribadi masing-masing.
Mungkin awalnya didalam benak kita semua, meluangkan waktu kurang lebih satu jam untuk membaca Al Qur’an adalah hal yang mudah untuk dijalani dan setiap orang pasti punya waktu luang walaupun hanya satu jam. Tapi ternyata kenyataan memang selalu jauh dari apa yang kita rencanakan. Kadang malas dan menunda-nunda adalah penyakit paling akut yang bisa mematikan keistiqomahan kita. Bukan hanya berdampak pada diri kita tapi berdampak besar untuk seluruh anggota ODOJ, astaghfirullah mungkin selama ini kita tidak pernah sadar dengan hal ini.
Komitmen adalah harga mati untuk menjadi anggota ODOJ, memang tidak main-main karena kalau tidak ada komitmen lagi di dalam diri kita lebih baik untuk kembali muhasabah dan menata ulang niat kita.
Bukan berarti tidak bergabung di ODOJ berarti kita tidak mampu untuk membaca Al Qur’an satu hari satu juz karena pada dasarnya ODOJ adalah rumah.
Rumah yang didalamnya terdapat orang-orang yang berusaha untuk mencintai Al Qur’an dan saling mengingatkan satu sama lain untuk terus istiqomah. Lebih aman jika kita punya rumah dan didalamnya ada orang-orang yang menyemangati langkah baik kita, dari pada kita berjalan sendirian dan tidak ada yang mengingatkan jika kita lalai, lebih mudah terjatuh dan kemudian menyerah bukan? itulah fungsi dari ODOJ sebenarnya.
Bukan tanpa masalah selama satu tahun perjalanan ini, justru banyak masalah yang berkali-kali kita hadapi dan berkali-kali juga kita mampu untuk menyelesaikannya, alhamdulillah. Banyak masalah yang kita hadapi, mulai dari tidak ada kabar, japri tidak pernah direspon, anggota keluar dari grup tanpa konfirmasi, sampai alasan pekerjaan yang membuat kita lupa tujuan awal kita untuk dekat dengan Al Qur’an, astaghfirullah.
Kita percaya bahwa hidup selalu berjalan beriringan dengan tantangan dan masalah karena Allah memberikan itu semua untuk menambah keimanan kita kepadaNya. Sudah sepantasnya jika kita memandang masalah sebagai langkah awal kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di mata Allah bukan di mata manusia manapun. Penilaian Allah jauh lebih sempurna dibandingkan penilaian dari manusia.
Luruskan lagi niat kita, ingat tujuan awal kita bergabung menjadi anggota keluarga di rumah ini, terus pegang teguh keistiqomahan kita. Bila ada badai itu pasti dan tidak ada badai yang tidak akan berlalu. Karena selalu ada pelangi indah di langit setelah petir, hujan dan badai.
Happy Milad ODOJ 1988, semoga Allah senantiasa merangkul kita untuk terus berada dalam keistiqomahan, semoga semakin bertambahnya tahun membuat kita semakin kompak dan semakin solid. Aamiin.
Aku mencintai kalian karena Allah :)
NB : tulisan ini saya buat bukan maksud untuk menggurui dan merasa diri sudah paling benar. tulisan ini hanya untuk mengingat lagi perjuangan kita dari awal, agar kita selalu memperbaiki niat kita dan saling menghargai perbedaan masing-masing.
Siti Mawadah | Depok
Ditulis saat hujan di pagi hari, 4 Januari 2015
Kamis, 11 Desember 2014
abaikan!
mungkin ini yang Allah maksudkan agar kita setiap harinya harus selalu bersyukur dan bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. iya karna sejatinya tiap detik kehidupan yang Allah berikan itu sangat berarti untuk menentukan kehidupan kita di kemudian hari.
3 tahun bukan waktu yang singkat untuk dilalui. menempuh pendidikan yang begitu padat, diburu oleh tugas dan segala macam laporan membuatku kini sadar bahwa 3 tahun belum cukup menyadarkan aku akan pentingnya suatu pendidikan. apa yang sudah didapatkan selama 3 tahun ini? prestasi apa yang sudah diraih? sudah sebangga apa orang tua kita? dan sudah berapa besar perubahan yang kita lakukan untuk indonesia? jawabannya pasti belum ada.
iya bagai petir di siang bolong aku disadarkan untuk kemudian berpikir begitu lama. banyak pertanyaan yang kini bermunculan di otakku. mau kemana aku setelah lulus? mau kerja atau meneruskan kuliah? tapi mau kerja apa? mau kuliah dijurusan apa? masih mau meneruskan kuliah yang selama ini bukan passionku? ah rasanya tidak ada pikiran lain selain memikirkan apa yang kelak terjadi di masa depan. aku tau tidak baik kalau terus menerus merasa ragu dan tidak percaya kepada Allah yang telah menggariskan takdir setiap hambaNya tapi bukankan takdir bisa dirubah? toh selama ini aku belum mengusahakan apa-apa untuk cita-citaku. lantas apa passionku? apa cita-citaku selama ini? kenapa selama ini aku terus terkurung takut berjalan menentukan masa depanku sendiri?! kalau begini aku benci diriku. aku kembali menyalahkan diriku yang jelas-jelas tidak tau menau dimana letak kesalahannya. aku tau jalan mana yang baik tapi aku begitu ragu untuk menyentuhnya, begitu takut dan pengecut. untuk bermimpi saja aku tidak berani, mungkin kalau aku tidak membatasi diriku dengan pikiran-pikiran yang tidak sengaja memenjarakanku saat ini, mungkin banyak mimpi yang aku raih sekarang, ah sudahlah!
Sabtu, 15 November 2014
Terjebak lagi
harusnya yang sudah diakhiri tidak perlu dimulai lagi karena pengakhiran sejatinya hanya luka-luka, pengakhiran hanyalah masalah yang tidak bisa terpecahkan. mungkin terlalu bodoh karena telah memberanikan diri kembali masuk ke sana, mencoba melihat dan meraba hanya sekedar memastikan apakah semuanya bisa diperbaiki atau tidak. ternyata mencoba kembali ke sana itu artinya memberi kesempatan untuk kembali terjebak dengan luka dan masalah yang itu-itu saja. hanya sesak yang kemudian kembali di rasakan. entahlah alasan apa lagi yang membuatku terjebak lagi.
Rabu, 12 November 2014
Jangan Ngarep!! :))
"jangan pernah berharap seisi dunia bersikap seperti apa yang kamu inginkan".
kata-kata itu bener banget untuk orang-orang yang pernah disakiti oleh makhluk berkuping dua bernama manusia. karna sejatinya Allah menciptakan manusia dengan karakter dan sifat yang berbeda tapi itu bisa dirubah, tapi ada juga yang mutlak. rasulullah yang begitu baik dan mulianya aja banyak yang benci apalagi manusia biasa yang kayak gue, banyak banget kali ._.
jangan berharap ketika lu melakukan hal baik untuk orang lain, akan dibales dengan perlakuan baik, jangan ngarep! ada sih manusia yang tau berterima kasih tapi banyak juga yang ngga tau berterima kasih dan ngga tau bersikap baik. menjaga perasaan orang itu perlu banget loh, karna ngga munafik kita juga mau kan dibaikin. entah apa yang membuat orang yang awalnya kita nilai baik tapi ternyata nusuk dari belakang. mungkin ngga sepenuhnya salah dia, mungkin kita juga ada salah tapi balik lagi ke tulisan awal gue sih, kalo mau kasih tau orang itu ngga perlu nyinyir nyindir dan nyakitin, dengan cara baik bakalan ngerti juga kok kenapa sih harus dengan cara yang salah?
tapi Allah emang Maha Baik ketika gue pernah disakitin, secara ngga langsung Allah ngasih tau gue supaya ngga bersikap kayak gitu karna buat orang yang hatinya baper alias bawa perasaan kayak gue itu rasanya sakit banget!! kalo mau berpikir positif, semakin lu dibenci artinya semakin Allah sayang sama lu karna dari situ lu bakalan banyak belajar sabar ngga baper lagi, lebih pandai bersikap dan lebih hati-hati memilih temen. dengan sakit lu belajar lebih baik insya Allah :)
Rabu, 29 Oktober 2014
Absurd!
tidak tau apa rasanya kali ini, hancur berkeping-keping. ada ruang yang tiba-tiba kosong begitu saja. sepi, hampa tapi serasa begitu sesak dan menyesakkan dada. rasa itu menjalar terus keseluruh organ tubuh, lemah tak tau rasanya seperti apa. hanya memori luka yang berulang-ulang diputar dalam otak, sontak membuatku terhenyak dan membuatku menyesal kenapa harus ada hari itu. hanya bisa memejamkan mata terus berusaha melupakan tapi tak kunjung lupa, hanya terus merasakan sakit dari hati lalu menjalar ke mata, tapi mata menolak untuk menjelaskan berkali-kali bagaimana rasanya. ingin menjerit tapi tak bersuara, ingin menangis tapi enggan berair mata, ingin meluapkan kekesalan tapi siapa yang bersalah. Rabb rasa apa ini? aku benci terus menerus begini, akan kah hanya sementara? apakah aku kuat melewatinya? ah kenapa harus aku pikirkan? bukankah seharusnya aku jalani saja rasa ini? ini konsekuensi atas semua yang aku lakukan saat itu, ikhlas! kuat! jangan cengeng!
Senin, 06 Oktober 2014
Mamah :")
mah, kalo mamah ngerasain sakit kira-kira bisa ngga sebagian dari rasa sakit mamah bisa aku rasain juga? aku mau tau rasanya seperti apa yang membuat mamah selalu ngeluh setiap hari dan nangis tiap bilang sakit.
aku memang masih gengsi untuk memeluk kemudian menenangkan, aku cuma bisa menasehati dengan nada agak menekan, itu bukan tanda marah tapi itu tanda kalo aku sayang sama mamah. aku tau memang sulit menerima kenyataan kalo dokter berkata bla bla bla yang ngga sesuai sama hati mamah. aku tau ada rasa dalam hati bahwa mamah akan baik-baik aja. tapi mamah kan tau kalo kita tau kalo kita sakit dan ngga ada usaha mau sembuh, ibadah juga bakalan keganggu. kenapa mamah bisa ngomong kayak gitu ke orang lain sedangkan buat mamah sendiri juga masih nurutin ego.
aku paham kalo sakit harus punya pikiran positif tapi apa denga berdiam diri kita tau apa obatnya? ngga ada salahnya kalo mencoba opsi terakhir dari dokter kecuali operasi dan bla bla bla? aku ngga suka kalo mamah bilang "mamah kenapa ya de sakit kayak gini? tapi wajarlah temen-temen mamah udah banyak yang meninggal" astaghfirullah itu rasanya lebih sakit dari apapun mah :"( coba deh sekali aja untuk ngga ngomong kayak gitu, kita masih butuh mamah! pasti ada obat dari segala penyakit! yakin Allah akan menyembuhkan jangan pernah putus asa! :")
cepet sembuh, terus berdoa dan usaha, ayah ade aa iyus aa pipi sayang mamah :’)
Rabu, 01 Oktober 2014
Iri :’)
bismillahirrohmanirrohim
apa yang ada dibenak kalian kalau melihat wanita muslimah anggun lewat di depan kita? aku rasa kalian akan merasa iri bukan? iya akupun juga merasakan hal yang sama dan itu bukan akhir-akhir ini saja tapi sudah sejak lama aku merasakan hal seperti ini.
aku selalu ingat pesan dari teman "kenapa harus iri? kenapa tidak memulai saja untuk meimikirkan bagaimana caranya untuk menjadi seperti itu bahkan bisa lebih baik dari itu semua?" iya aku rasa benar! kadang kelebihan seseorang membuat kita minder akan kemampuan yang kita miliki untuk bisa juga seperti dia, bukan dalam artian meniru sama persis tapi menjadi baik tapi versi kita sendiri bukan versi orang lain.
kadang kita selalu membatasi diri dan beranggapan rasanya diri ini tidak sanggup untuk menjadi seperti itu, memikirkan saja berat apalagi untuk menjalani? astaghfirullah. Allah ternyata tidak pernah membatasi hambaNya dalam hal apapun, skill yang kita miliki ternyata bukan terbatas hanya apa yang kita kerjakan atau lakukan setiap hari. kita hanya terpaku dengan kotak yang membatasi kita dan kita tidak sadar kalau kita menengok ke atas pasti ada jalan untuk keluar dan mengembangkan yang lain. begitupun dengan iri, kalau kita berpikir positif iri itu akan menjadi sebuah cambukan yang akan menuntun kita untuk menjadi wanita muslimah yang lebih baik. dan itu semua bukan hanya sekedar rasa iri di dalam hati tapi juga iri yang berwujud asli :’)
Langganan:
Postingan (Atom)